Pages

Subscribe:

Labels

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Juli 2016

Menemukan lokasi lebih mudah dengan TrackR Bravo

Hei..Hei..Hei..., Technovers! Sudah tahu tentang alat pelacak "TrackR bravo" belum? Kalau belum, aku beri tahu deh! Alat pelacak TrackR bravo merupakan salah satu perangkat pelacak yang paling tahan lama yang tersedia di pasaraan saat ini. Hal ini memungkinkan seseorang dapat dengan mudah menemukan benda-benda seperti kunci, bagasi, dan bahkan hewan peliharaan melalui smartphone mereka. Keren bukan?
TrackR Bravo
Technovers, kini perangkat pelacak tersebut hadir semakin canggih dengan fitur baru yang diusungnya. Salah satu fitur baru TrackR bravo adalah Family Sharing dan Custom Printing. Kedua fitur yang dirancang ini berguna untuk membuat bravo yang lebih cerdas dan lebih personal bagi pengguna.
fb-share-bravo1

Pilihan Family Sharing memungkinkan pengguna TrackR bravo untuk berbagi item dengan anggota kelompok yang sering berinteraksi dengan mereka sehari-hari. Ini termasuk keluarga, teman sekamar, tetangga dan lain-lain. Fitur ini memungkinkan anggota kelompok untuk memulai bersama-sama mencari benda yang tidak diketahui keberadaanya, sehingga membuat mereka lebih mudah untuk menemukan benda.

Sebagai contoh, pengguna dapat mengatur kelompok dengan teman sekamar untuk melacak remote TV, kunci mobil, dan barang-barang lainnya yang sering digunakan sehari-hari dan cenderung terselip atau jika Anda sering lupa menaruhnya di mana.

Sementara Custom Printing memungkinkan pengguna untuk menambahkan sentuhan pribadi pada alat pelacak bravo milik mereka. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mencetak foto apapun langsung dari TrackR menggunakan teknologi UV-LED. Pelanggan harus membayar biaya tambahan $ 4,99 (Rp65 ribu) per bravo untuk mencetak.

Hebat bukan? Sekarang giliran Anak Indonesia  yang berkarya dan menciptakan teknologi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Ayo, kita bersama-sama berkarya untuk bangsa!

Senin, 25 Juli 2016

Drumi, Si Mesin Cuci Tanpa Tenaga Listrik

Technovers, Saat ini memang banyak sekali jasa laundry di luar sana yang menawarkan harga cukup murah untuk mencucikan pakaian kita jika tidak memiliki mesin cuci sendiri. Namun kebanyakan laundry tidak menerima jenis-jenis pakaian tertentu, seperti pakaian dalam dan lain-lain.

Tentu untuk mencuci pakaian yang tidak diterima oleh laundry harus mencucinya sendiri, di mana bagi sebagian orang tidak memiliki waktu luang untuk mencuci pakaian secara manual. Namun kini ada solusi bagi masalah tersebut, yang tidak hanya menyelesaikan satu permasalahan, namun Technovers juga medapatkan manfaat lain.

Yirego-Drumi-Off-Grid-Washing-Machine-4
Yap, Inilah Drumi, mesin cuci berukuran kecil yang hanya memutuhkan sedikit air dan tidak memerlukan tenaga listrik untuk mengoperasikannya. Bentuknya yang ringkas dapat digunakan di mana pun, karena Drumi hanya memiliki ukuran 22 inci dengan berat sekitar 7 kg.
Drumi hanya membutuhkan 10 liter air, dan sedikit sabun, di mana itu dapat mencuci sekitar 2 kilo pakaian atau sekitar tujuh item hanya dalam waktu 5 menit. Tentu ini sangat bermanfaat, selain dapat mengemat air dan listrik, Drumi juga dapat Technovers jadikan sebagai alat olahraga karena untuk mengoperasikanya diperlukan pijakan kaki.

Yirego-Drumi-Off-Grid-Washing-Machine-3

Untuk menggunakannya, Technovers dapat mengangkat tutup plastik, kemudian masukan pakaian ke drum, bersama dengan lima liter air atau secukupnya, kemudian tutup dan tambahkan deterjen secukupnya. Pompa pedal selama dua menit, lalu tekan tombol untuk menguras air sabun. Tambahkan lima liter air, pompa pedal selama dua menit, kuras air lagi, kemudian pompa bebepa menit untuk bertindak sebagai spin atau pengering. Mesin cuci ini sangat berguna untuk mencuci pakaian dalam.

Yirego-Drumi-Off-Grid-Washing-Machine-1

Yirego sebagai perusahaan yang membuat mesin cuci ini akan menawarkan desain terbaru dari Drumi, dan mereka berjanji untuk meningkatkan stabilitas dan efisiensi secara keseluruhan, serta estetika perangkat. Sedangkan kapasitas mesin cuci kecil ini tidak berubah. Saat ini Drumi sedang mengadakan kampanye di Indiegogo, sementara pengiriman diharapkan berlangsung pada awal tahun 2017. Bicara soal harga, Drumi akan dibanderol dengan harga $299 atau setara dengan Rp3,9 jutaan. 

Bagus bukan , Technovers? Drumi cocok sekali bagi Technovers yang ingin hidup mandiri, khususnya saat mencuci baju. Bisa dijadikan inspirasi untuk menciptakan suatu teknologi yang bermanfaat dan kreatif, bukan?

Rabu, 20 Juli 2016

Pillo, Si Robot Kesehatan Pribadi yang Pintar dan Ramah

Hai Technovers! Kembali degan seputar penegtahuan dan informasi baru seputar teknologi. Technovers, Ketika kkita semua masih kecil, orangtua selalu merawat dan mengambilkan obat untuk diminum agar cepat sembuh. Dan saat itulah semua orang mengambil obat yang sama untuk semua umur agar dapat menyembuhkan alergi, pengobatan penyakit, atau masalah medis jangka panjang, dan tentu dilengkapi dengan vitamin dan suplemen. Namun apakah obat tanpa resep dokter dapat kita andalkan?

pillo_01
Ketika Technovers hendak memilih obat mana yang tepat, terkadang kita tidak tahu untuk memilh mana yang tepat, namun jangan khawatir, karena kita sebentar lagi kita akan dapat menjumpai Pillo yang akan membatu kita menyiapkan obat ketika sedang sakit.

Pillo sendiri merupakan robot kesehatan pribadi. Pada dasarnya, Pillo akan bekerja seperti ketika Technovers menggabungkan layanan asisten Siri dan dispenser obat. Kemudian robot tersebut akan mengeluarkan obat yang Anda butuhkan serta menawarkan nasihat medis. Terdengar hebat bukan?

pillo_02

Bahkan Pillo mampu mengenali orang yang berbeda dalam satu rumah tangga dengan menggunakan teknologi pengenalan wajah dan kemudian berinteraksi serta mengeluarkan pil yang cocok untuk setiap individu pada waktu yang dibutuhkan.

Selain itu, robot ini juga dapat terhubung dengan profesional kesehatan, membawa perintah auto-refill, terhubung dengan perangkat pintar lain milik Technovers seperti ponsel, tablet, atau smartwatch untuk mengaktifkan pemberitahuan, dan menjawab pertanyaan kesehatan kita semua.

pillo_03
Apakah Technovers tahu harga dari Robo ini? Yap, Seperti kebanyakan robot baru lainnya, harga dari Pillo sendiri tidak murah. Harga per unit dari robot ini diharapkan menjadi $599 atau setara dengan Rp7,8 jutaan. Namun harga yang ditawarkan selama masa kampanye di Indiegogo, robot ini hanya dibanderol dengan harga $269 atau setara dengan Rp3,5 jutaan ditambah biaya pengiriman. Pengiriman sendiri diharapkan bulan Juli 2017 atau 1 tahun dari sekarang. 

Tim Pillo Health sendiri memiliki rencana untuk memperluas fungsi Pillo jika proyek ini mendapatkan dana sepenuhnya. Di masa depan mereka berharap untuk menambahkan fitur penghitung kalori, manajemen stres, pemantauan bayi, laporan kesehatan digital, dan papan informasi gizi. Nah, apakah Technovers tertarik untuk memiliki robot kesehatan ini? atau diantara para technovers berniat menciptakan teknologi yang lebih canggih dari robot Pillo ini?


Kamis, 23 Juni 2016

Satelit Lapan A-3 Buatan Indonesia Berhasil meluncur ke Antariksa

Halo Technovers ! Kembali lagi nih! Kali ini aku hadir dengan berita terbaru nih. Apakah kalian sudah tahu bahwa Satelit terbaru Indonesia sudah berhasil meluncur ke antariksa loo pada tanggal 22 Juni 2016. Ini merupakan suatu kebangaan sendiri bagi bangsa Indonesia loo.  Satelit Lapan-A3 merupakan hasil buatan antara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang telah mencatatkan sejarah setelah berhasil diluncurkan dari Sriharikota, India menuju orbit di luar angkasa,

Technovers sekalian , Satelit Lapan-A3 diluncurkan di Tanah Hindustan pada pukul 9.25 waktu setempat atau sekitar 10.55 WIB telah mengangkasa di orbit polar setinggi 500 kilometer. Satelit Lapan-A3 buatan Indonesia diboyong oleh Roket PSLV-C34 Indonesia yang tidak hanya memboyong satu satelit saja ,namun Roket PSLV-C34 India memboyong 20 satelit sekaligus yang ukurannya kecil. Selain Lapan-A3 dari Indonesia, 19 lainnya berasal dari Kanada, Jerman, dan Amerika Serikat. Technovers, apakah kalian tahu bahwa satelit Lapan-A3 ini pun membutuhkan RP 65 Miliar untuk mengorbit.

Penyelenggaraan siaran live streaming langsung dari India yang diselenggarakan di Pusat Teknologi Penerbangan Lapan di Rumpin, Bogor ini  dihadiri oleh Thomas Djamaluddin selaku Kepala Lapan, Duta Besar India untuk Indonesia Negcha Lhovum, serta Wakil Presiden Jusuf Kalla.
 
Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla mengungkapkan satelit Lapan-A3/Lapan-IPB harus memiliki manfaat yang lebih besar ketimbang hanya proses peluncurannya saja. Menurut Jusuf Kalla, peluncuran satelit tersebut harus mampu memperlihatkan sebanyak apa kekayaan alam yang dimiliki oleh Indonesia.
 

Technovers , Satelit Lapan-A3 menjadi muatan keempat yang diluncurkan satelit India. Sekitar pukul 11.15 WIB setelah dua satelit asing lain yang dilepaskan dari roket, Lapan-A3 pun mengalami separasi dan mengangkasa di orbit polar setinggi 500 kilometer.  Dijelaskan oleh Kepala Lapan Thomas Djamaluddin, satelit ini akan menjadi 'mata' bagi perairan kawasan utara dan selatan.

Asal Technovers tahu saja, Satelit ini memboyong muatan penginderaan jauh satelit tersebut adalah 4 bands multispectral imager dengan resolusi 16 meter dan lebar swath 100 kilometer.

"Nanti malam sekitar pukul 21.30 WIT akan dilakukan kontak pertama dengan A3 dari Biak, Papua," jelas Thomas kepada sejumlah media. Setelah mengangkasa di ketinggian 500 kilometer, Lapan-A3 hanya akan mengorbit Indonesia sebanyak 4 kali dalam sehari. Satelit mini berbobot 115 kilogram ini akan bertugas memantau kondisi maritim, pertanian, dan medan magnet Bumi. 
 
 
 
Thomas sebagai Kepala Lapan  pun menyatakan, satelit A3 mampu memantau sebanyak 2,4 juta kapal di seluruh dunia, sedangkan untuk wilayah Indonesia ia bisa memonitor puluhan ribu kapal.

"Semuanya dilakukan menggunakan sensor AIS (Automatic Identification System). Sensor ini punya kemampuan memantau manuver anomali kapal yang bisa saja berniat melakukan illegal fishing," lanjutnya.

Di sisi lain, Thomas mengaku pemantauan kapal laut ini cukup menantang sebab tidak semua kapal bisa dilacak.

"Ada saja yang nakal mematikan sensor AIS di kapalnya agar tidak terdeteksi. Kalau AIS di kapal mati, tentu saja satelit kita tidak bisa melacaknya," imbuhnya saat sedang berbincang dengan CNNIndonesia.com.

Manfaat dari satelit-A3;
  1. Memungkinkan terinterigasi dengan satelit internasional lain yang mampun mengkur suhu permukaan laut dan klorofil untuk mencari tahu keberadaan ikan di laut. Hal Ini diyakini dapat membantu para nelayan menangkap ikan.
  2. menyasar sisi sains yakni memantau medan magnet Bumi yang fungsinya untuk kondisi cuaca dan alam Bumi.
  3. Memantau 2,4 Juta Kapal 
 Technovers, bukankah teknologi buatan Indonesia ini menunjukkan bahwa anak Indonesia merupakan generasi yang kreatif , berinovasi dan cinta tanah air. Jadi, mari kita bersama-sama menciptakan masa depan yang lebih indah melalui teknologi yang kita ciptakan untuk kepentingan bangsa dan dunia.

Jumat, 17 Juni 2016

Layar Fleksibel 18 Inci Ciptaan LG

Hallo, Technovers! Kalian semua pasti menyadari bahwa perkembangan teknologi memungkinkan suatu hal yang dulunya dianggap mustahil menjadi kenyataan. Misal seperti layar televisi atau monitor yang dulunya berupa tabung, kini menjadi semakin tipis dengan adanya teknologi panel layar seperti penggunaan dioda. Nah tidak cukup sampai disitu saja, Pernahkah Technovers dulu terbesit apakah mungkin layar atau monitor dapat ditekuk atau digulung?

Mungkin saat akhir tahun kemarin sudah banyak berita atau rumor dari beberapa vendor seperti Samsung atau LG yang bakal memperkenalkan layar fleksibel buatan mereka, yang dapat digulung dan dilipat. Nah kali ini salah satu vendor sudah mengabulkan hal tersebut, yaitu LG. LG sudah memperkenalkan layar fleksibel tersebut pada acara tahunan, Consumer Electronic Show (CES) 2016, yang telah dimulai pada tanggal 5 Januari kemarin.


Sebelum kita membicarakan penemuan ini lebih lanjut , apa Technovers sudah tahu definisi dari layar?
 
Dalam bahasa sehari-hari, “layar” merupakan hal yang anda lihat dan tempat anda berinteraksi dengan ponsel kita. Jika mengacu pada hal yang lebih teknis, layar mengacu pada bahan elektronik yang ditanamkan di bawah kaca atau plastik penutup yang akan menyalakan ponsel anda.

Apa kalian tahu bahwa perusahaan seperti LG dan Samsung telah menghabiskan bertahun-tahun untuk mendemonstrasikan layar fleksibel yang berada di luar perangkat mereka. Produk yang menarik perhatian ini benar-benar menampilkan tampilan smartphone yang biasanya anda lihat di dalam smartphone kita, seperti deretan ikon dan lain sebagainya. Samsung Galaxy Round merupakan perangkat pertama yang membawa layar fleksibel ke dalam pasar, yang kemudian diikuti oleh LG G Flex.

Mari kita kembali pada Juli 2015 silam, LG telah mengenalkan prototipe dari layar OLED yang fleksibel. Namun, LG masih menutup rapat-rapat informasi dan bocoran lainnya, sehingga sampai detik pada tahap final ini, LG berhasil menjaga rahasia proyek mereka tersebut, dan kini sudah dikenalkan secara luas.

Technovers jangan salah loo, dalam pembuatan layar fleksibel terdapat rintang tersendiri. Salah satu rintangan yang ditemukan untuk membuat smartphone yang benar-benar fleksibel di titik di mana kalian desain dari smartphone tersebut fleksibel. Saat ini, baterai dan sirkuit serta komponen lainnya dibuat lurus dan kaku. Jika desain ponsel benar-benar bisa ditekuk, lalu bagaimana dengan bagian internal dari ponsel ini? Jika tergantung pada desain, selain memiliki layar yang fleksibel, kalian juga membutuhkan baterai yang fleksibel, materail yang fleksibel seperti plastik, baterai yang dapat ditekuk dan juga silikon.

Beberapa diantaranya sudah mulai diciptakan. LG mengumumkan bahwa perusahaannya telah menciptakan teknologi baterai baru dengan kondisi yang bisa dilipat, menyelip ke celah sempit dan bahkan diputar. Mungkin ini akan butuh waktu yang lama untuk benar-benar diaplikasikan ke dalam ponsel.


Layar yang digunakan LG ini mengusung jenis OLED yang luasnya 18 inci. Mungkin menurut Technovers masih terbilang kecil, namun untuk sebuah layar yang dapat ditekuk, digulung, dan dilipat ini adalah kemajuan yang sangat besar, karena dari vendor lain masih belum ada yang memperkenalkan secara terang-terangan.



Technovers pasti bertanya-tanya, manakah yang lebih unggul antara OLED dan LCD? Jadi, ketika beberapa perusahaan menampilkan layar fleksibel, dapat ditekuk, dilipat atau digulung, mereka biasanya menggunakan OLED. Sementara itu mungkin untuk layar dengan bentuk kurva, mereka biasanya menggunakan LCD, dan LCD tidak mudah untuk ditekuk seperti OLED. LCD atau liquid crystal display adalah jenis layar yang paling umum digunakan di luar sana. LCD membutuhkan light-emitting chip untuk menyortir cahaya melalui layar.

Sementara itu OLED tidak membutuhkan chip untuk menciptakan cahaya, dan hanya memerlukan sepotong kaca sebagai substrat. Kedua faktor ini membuatnya menjadi kandidat yang baik untuk dijadikan layar lengkung. Para pencipta biasanya akan menambahkan potongan kaca kedua untuk melindungi lapisan bagian bawah.

Layar fleksibel mungkin akan menjadi topik perbincangan yang hangat pada beberapa bulan ke depan. Entah diwujudkan secara nyata atau tidak, namun akan menyenangkan untuk melihat apa yang terjadi selanjutnya pada layar fleksibel ini.

Bisa dipastikan perkembangan ke depan layar yang fleksibel ini akan semakin luas dan mungkin dapat diaplikasikan ke smartphone masa mendatang.Technovers, Mari kita bekratifitas sambil menunggu terobosan baru dari vendor-vendor ini.


Jumat, 10 Juni 2016

Teknologi Daun Bionik yang dapat menghaslkan BBM




 Salam Technovers! Apa kalian tahu bahwa para peneliti dari Universitas Harvard berhasil menciptakan daun buatan dengan kemampuan yang canggih. Bahkan mereka pun berani mengklaim kalau bionic leaf 2.0 yang mereka kembangkan itu punya kemampuan lebih efisien jika dibandingkan dengan proses fotosintesis yang terjadi pada daun biasa.
Dikutip dari Gizmag, proyek bionic leaf 2.0 ini merupakan kelanjutan dari proyek serupa yang dilakukan pada tahun 2013. Dan daun bionik ini pun tak hanya punya kemampuan yang lebih efisien jika dibandingkan fotosintesis, namun juga dapat menghasilkan cairan yang bisa dipakai untuk menjadi bahan bakar. Hal ini pun menjadi pencapaian pertama dalam perkembangan teknologi dunia.

Proyek bionic leaf 2.0 ini dipimpin oleh Daniel Nocera bersama dengan Pamela Silver yang merupakan seorang profesor di bidang biochemistry dan sistem biologi di Harvard Medical School. Bionic leaf generasi pertama yang dikembangkan di tahun 2013 dapat menyerap cahaya matahari yang selanjutnya digunakan untuk menguraikan air dan menghasilkan gas hidrogen serta oksigen. Berkat penambahan bakteri khusus, bionic leaf 2.0 pun bisa mengubah hidrogen menjadi cairan bbm.

Dalam penelitian ini, Nocera menggunakan katalis berupa campuran cobalt fosfor. Katalis ini pun bisa mengkonversi cahaya matahari menjadi biomassa dengan tingkat efisiensi 10 persen. Dan angka efisiensi itu lebih tinggi 10 kali lipat dibandingkan yang terjadi di alam. Dan pihaknya pun berencana untuk terus mengembangkan teknologi ini sehingga dapat memiliki efisiensi yang lebih tinggi lagi.

Luar biasa , bukan? Dengan adanya Bionic leaf 2.0, kita bisa mengantisipasi  jumlah BBM yang terbatas, pertumbuhan tanamanpun lebih efisiensi serta generasi yang akan datang dan anak cucu kita juga dapat memakai BBM. Kita juga patut mencontohi para peneliti yang sudah bekerja keras membuat teknologi ini untuk memudahkan manusia di masa depannya.